Artinya:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata: “Apakah kalian tahu siapakah orang2 yang bangkrut?”. Para sahabat menjawab: “Yang bangkrut itu adalah orang yang tidak punya dirham (uang) dan
tidak punya aset”. Maka Rasulullah
bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari
kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat (menghadap Allah)
membawa pahala shalatnyaa, puasanya dan zakatnya. Dia datang tetapi dia telah mencaci si ini, menuduh berzina si ini, memakan
harta si ini, menumpahkan darah si ini dan memukul si ini. Maka diambillah
semua kebaikannya, diberikan kepada si ini dan si ini. Jika kebaikannya telah
habis sebulum lunas beban keburukannya tersebut, maka diambillah keburukan
orang-orang (yg telah disakitinya) tersebut, lalu dibebankan kepadanya, lalu
dia dilemparkan ke dalam neraka”. (HR Bukhari dan Muslim).
2.
Beruntung standar akhirat tidak sama dengan beruntung standar dunia
Slide 3
nSeorang sahabat sibuk dengan perdaganagannya dan tertinggal dari shalat sunnat
nMenjual dunianya untuk kebaikan akhiratnya
nPemberian kepada orang lain, itulah sebenarnya yang menjadi milik kita yang abadi
Artinya: Ubaidillah bin salman mencerikan bahwa seorang lelaki dari
kalangan sahabat Rasulullah telah berkata: “Ketika kami berhasil memenangkan perang khaibar, para sahabat mengumpulkan
rampasan perang baik yang berupa barang maupun budak. Maka mereka saling memperjual belikan harta rampasan tsb sesama mereka.
Lalu seorang lelaki (dari mereka) datang kepada Rasulullah yg baru selesai
shalat, dia berkata: ”Wahai Rasulullah,aku telah beruntung pada
hari ini dengan keuntungan yang tak seorangpun beruntung sebanyak itu pada hari
ini di tempat ini”. Rasulullah bertanya: ”Cedlakalah kamu, keuntungan apa itu?”. Dia menjawab: ”Aku telah berjual beli sehingga aku telah beruntung 300 uang emas”. Maka Rasulullah berkata: ”Aku beritahu kepadamu tentang orang yang
paling baik keuntungannya”. Dia bertanya: ”Siapa dia wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: ”Shalat dua rakaat setelah shalat (wajib)”.
عن أنس بن مالك : أن رجلا قال : يا رسول الله ! إنلفلان نخلة ، و أنا أقيم نخلي بها ، فمره أن يعطيني [ إياها ] [ حتى
] أقيمحائطي بها . فقال له النبي
صلى الله عليه وسلم : " أعطها إياه بنخلة في الجنة ". فأبى ، و أتاه أبو الدحداح فقال : بعني نخلك بحائطي
. قال : ففعل . قال :فأتى النبي صلى الله عليه
وسلم فقال : يا رسول الله ! إني قد ابتعت النخلةبحائطي ، فاجعلها له ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : فذكره . فأتى
امرأتهفقال : يا أم الدحداح ! اخرجي
من الحائط ، فإني بعته بنخلة في الجنة . فقالت :
قد ربحت البيع . أو كلمة نحوها . و قال الحاكم : " صحيح على شرط مسلم
" . ووافقه الذهبي . و هو كما
قالا .
Artinya: Diriwayatkan
oleh Anas bin Malik, bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah, Sesungguhnya si fulan punya pohon korma, dan aku juga
punya pohon kerma dekat pohon itu, tolong suruh dia utntuk mengasih saya
pohon dia tersebut agar saya membuat kebun di sana.
Lalu Rasulullah berkata kepada lelaki yg dimaksud tsb: “Berikanlah pohon
kormamu tsb ke Dia, dengan gantinya satu pohon korma di sorga”. Tetapi lelaki
tsb tidak bersedia. Datanglah Abu Dahdah dan berkata: ”Juallah pohon kormamu
tsb dengan kebun saya (sbg harganya)”. Maka lelaki tsb bersedia. Kemudian Abu
Dahdah datang menghadap Rasulullah dan berkata: “Wahai Rasulullah, saya telah
membeli pohon korma tsb dengan harga kebun saya. Maka berikanlah pohon tsb ke
lelaki (yg meminta) tadi. Maka Rasulullah melakukannya, lalu Abu Dahdah
mendatangi istrinya (yg sedang berada di dalam kebun), dan ia berkata: “Wahai
Ummi Dahdah, keluarlah dari kebun, saya telah menjualnya dengan harga sebuah
pohon korma di sorga”. Ummu Dahdah menjawab: “Sungguh beruntung penjualanmu (atau
kalimat sejenis itu)”. (HR Hakim sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)
Artinya: Diriwayatkan
dari Aisyah ra, bahwa mereka telah menyembelih seekor kambing, lalu
Rasululllah bertanya: “Apa yang masih tersisa dari kambing tsb?” Aisyah
menjawab: “tidak ada yang tersisa kecuali sayapnya”. Rasululllah membalas:
“Bersisa semuanya kecuali sayapnya”. (HR Tirmidzi) (Semua daging kambing itu
telah dikasihkan ke faqir miskin, dan yg tersisa hanyalah sayapnya, tetapi
Rasulullah mengajarkan sebaliknya, yang telah diberikan itulah yang abadi
menjadi milik kita)
3.Standar cerdas versi akhirat
Slide 4
nMenghisab diri dgn ketat dan beramal untuk hari setelah kematian
nOrang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk hari setelah mati
Artinya:
Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus, dari Rasulullah saw, Beliau telah
bersabda: ”Orang yang cedrdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk
setelah mati. Sedangkan orang yang lemah (bodoh) adalag orang yang
memperturutkan hawa nafsunya, lalu berharap dapat pahala dari Allah. (HR
Tirmidzi)
Artinya: Dari
Ibnu Umar, dia telah berkata: ”Saya bersama Rasulullah, lalu datanglah
seorang lelaki dari kaum anshar, dia memberi salam kepada Rasulullah kemudian
bertanya: ”Ya Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?” rasululllah
menjawab: ”Yang paling baik akhlaknya”. Dia bertanya lagi, orang mukmin mana
yang paling cerdik?”, Rasululllah menjawab: ”Yang paling banyak mengingat
mati dan paling baik persiapannya untuk setelah kematian, merekalah
orang-orang yang cerdas”. (HR Baihaqi)
4. Standar
kuat versi akhirat
Slide 5
nBukan orang yang kuat orang mampu menaklukkan orang lain
nOrang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى
الله عليه وسلم - قَالَ « لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا
الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ » .
Bukhari
Artinya: Diriwayatkan
dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasululllah telah berkata: “Bukanlah kekuatan
tersebut dengan menjatuhkan (lawan), adapun kuat itu adalah orang yang mampu
menguasai dirinya disaat marah”. (HR Bukhari)
5. Standar
kaya versi akhirat
Slide 6
nBukanlah orang kaya orang yang memiliki banyak aset, orang kaya adalah orang yang kaya hatinya
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ
« لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ »
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw,
dia bersabda: “Tidaklah kaya itu dengan banyak harta (aset), tetapi kaya itu
adalah kaya hati”.
Abu Muslim Al Khaulani tidak mau menerima hadiah kecuali dari
orang kaya. Lalu seseorang yang kaya yg memiliki 2000 jubah baju memberinya 1
jubah. …..
Walaupun sudah punya jubah 2000 buah, namun lelaki tersebut masih menerima
bila dikasih 1 jubah lagi oleh orang lain. Maka Abu Muslim menganggapnya
masih miskin.