Suasana Idul Fitri di Kuwait
Oleh: Alina Rosaria Sari & Rinaldi Mulyono
Eid Mubarak… Eid Mubarak… kata tersebut terucap dari rekan-rekan kerja dikantor pada hari terakhir kerja sebelum Idul Fitri 1429 H. Sudah menjadi kebiasaan untuk hari terakhir masuk kantor baik itu lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha berkeliling ke ruangan rekan sekantor dan saling mengucapkan Eid Mubarak. Suasana menjelang lebaran menjadi semakin terasa, senyuman, salaman dan pelukan menambah khidmatnya suasana.
Sebagian besar kantor-kantor pemerintah dan swasta di Kuwait meliburkan karyawannya mulai dari tanggal 30 September 2008. Dan seperti biasanya seluruh masyarakat masih menunggu keputusan dari pemerintah dalam penentuan 1 Syawal. Ada dua opini yang muncul yaitu 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 30 September sebagian lagi berpendapat 1 Oktober 2008.
Tanggal 29 malam setelah ditunggu-tunggu akhir sekitar pukul 8 dapat berita 1 Syawal jatuh pada tanggal 30 September 2008, berarti besok lebaran. Kalau di Indonesia biasanya disambut dengan suara takbir menggema di setiap mesjid dan mushalla serta pawai takbiran keliling kota hal tersebut tidak ada di Kuwait, yang ada hanya macet dimana-mana.
Shalat Ied
Seperti halnya di Indonesia shalat Ied diadakan di lapangan terbuka untuk bisa menampung banyak masyarakat dan dimulai pukul 06.00 pagi. Sebagian masyarakat Indonesia shalat Ied di Gedung KBRI Kuwait di daerah Keifan yang dimulai pada pukul 07.00. Selain itu ada juga komunitas muslim dari berbagai negara yang biasanya shalat Jumat di salah satu Mesjid di daerah Fintas, yang khotbahnya berbahasa Inggris, mengkoordinir shalat Ied di daerah Kuwait City. Untuk transportasi mereka menyediakan angkutan untuk dari pulang pergi dari Fintas.
Shalat di KBRI dihadiri berbagai kalangan masyarakat bahkan rekan-rekan IATMI dari Chevron, yang tempat tinggalnya paling jauh di daerah Al Zour rela datang pagi-pagi untuk shalat Ied bersama. Gema takbir dikumandangkan menjelang shalat yang dipandu oleh Dian Setiabudi.
Keterbatasan tempat dan tingginya animo masyarakat Indonesia untuk melaksanakan shalat di KBRI, di siasati dengan optimalisasi musholla dan ruang makan di basement di tambah dengan pemakaian ruangan di lantai satu untuk kebanyakan jamaah wanita. Dimana jamaah di lantai pertama tidak mempunyai akses pandangan pada musholla basement tempat Sang Imam, Bapak Suli Hamdani berada. Walhasil para ibu-ibu mengandalkan sayup-sayup komando imam dan inisiatif sendiri menebak-nebak gerakan imam pada saat suara Imam lenyap karena letak mikropone sedemikian sehingga tidak mampu menangkap suara Imam pada saat gerakan gerakan tertentu.
Seusai sholat dan ceramah, jamaah sibuk berpelukan, bermaaf-maafan, dan mengucap doa. Tradisi yang indah yang memang harus kita lestarikan. Keseharian intensitas komunikasi tak jarang menerbitkan kekhilafan-kekhilafan yang perlu di luruskan.
Open House
Tidak seperti tahun sebelumnya dimana setelah shalat Ied masyarakat berdatangan ke Wisma Duta, kediaman Bapak Duta Besar RI di Kuwait, tahun ini acara tersebut ditiadakan, sebagai gantinya acara halal bihalal tersebut digabungkan dengan acara Indonesian Day yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2008. Beda utama terletak pada konsumsi, kalau tahun lalu konsumsi di sediakan Wisma Duta, dimana nantinya masyarakat akan punya pilihan lebih lengkap tapi ya atas kocek sendiri! Seperti jargon mendiang Umar Kayam, mangan ora mangan yang penting kumpul!
Absennya Open House Kedutaan, terobati dengan banyaknya open house yang di selenggarakan secara sporadis oleh berbagai kalangan masyarakat yang tersebar di seantero Kuwait. Bahkan jadwal beberapa open house sudah di koordinasikan dan di informasikan melalui email dari beberapa hari sebelumnya supaya silaturahmi bisa terlaksana secara optimal. Luar biasa! Kehangatan suasana dari rumah ke rumah mengobati kerinduan akan berlebaran bersama keluarga di tanah air. Belum lagi dari hidangan khas lebaran bertebaran di mana-mana. Ada seorang teman yang saking kangennya suasana lebaran di rumah (9 tahun lebaran di luar), beliau menciptakan sendiri atmosfer tersebut dengan konsekuensi sibuk memasak dan memproduksi kue kering dari seminggu sebelumnya, termasuk memesan daun kelapa untuk ketupat dan sirop marjan merah!
Berlebaran dengan IATMI Kuwait
Lebih spesifik berkaitan dengan agenda komunitas IATMI Kuwait, setidaknya ada dua momen penting. Di awali dengan marathon open house di beberapa rumah anggota, hari pertama di tutup dengan silaturahmi sebagian anggota ke dua staf senior Kedutaan Besar RI, Bapak Dharmawan dan Bapak Dino. Konvoi kendaraan sempat di warnai kepanikan salah satu peserta yang lupa mematikan kompor di awal perjalanan road show! Alhamdulillah tidak terjadi hal-hal tragis di hari lebaran ini.
Hal kedua adalah open house sang Ketua IATMI Kuwait, Ari Yunianto, di rumah beliau yang terletak cantik di tepi pantai. Ibu Ketua, sekali lagi membuktikan kehandalannya untuk mengorganisir urusan logistik untuk menyambut kedatangan teman-teman semua. Setelah hari pertama puas dengan menu ketupat, lontong sayur, rendang, kali ini Ibu Ketua menyuguhkan makanan yang sedikit berbeda dan sangat mengundang selera. Ada menu gulai ikan salai, ikan asin cabe hijau, bakso dan lain-lain, terimakasih untuk Mba Afni untuk menunya yang lezat.
Suasana tambah semarak dengan perkenalan tujuh orang yang baru bergabung dengan Kuwait Oil Company dan satu orang lagi dari Landmark. Sebelum perkenalan dimulai Ketua terlebih dahulu memperkenalkan IATMI Kuwait dalam presentasi singkatnya, dimulai dari visi, misi dan value serta program kegiatan organisasi. Sekaligus kepada teman-teman yang baru datang diundang untuk bergabung dan berkecimpung dengan IATMI Kuwait.
Ketua IATMI Kuwait memperkenalkan IATMI kepada rekan-rekan yang baru datang
Satu persatu memperkenalkan diri dimulai oleh Bogi Haryo (KOC-Petrophysicist) Adi Priyadi Kadar (KOC-Senior Geologist), Ahmad Fahrizal (KOC-Surface Engineer), Riyanto Purbo Kusumo (KOC-Geophysicist), Nanang Nugroho (KOC-Drilling Engineer), Iskandar Saleh (KOC-Petrophysicist), Salman Ferdi Ferdian (Landmark-Geophysicist) dan terakhir Rita Andryani (KOC-Geochemist). 
Suasana perkenalan teman-teman yang baru datang ke Kuwait
Teman-teman yang baru mengucapkan terimakasih atas sambutan teman-teman yang sudah lebih dulu berada di Kuwait, apalagi penyambutan mereka sudah dipersiapkan dengan matang oleh teman-teman dari KOC. Sehingga prediksi mereka akan kesepian dan kesulitan karena datang dibulan puasa dan lebaran tidak terbukti.
Selain itu ada yang menarik pada saat perkenalan, yaitu pada waktu Adi Kadar memperkenalkan diri, beliau sebelumnya bekerja di Lapindo dan melakukan study khusus mengenai mud volcano yang sampai sekarang masih menjadi pembicaraan dan perdebatan para pakar di dunia perminyakan. Akhirnya banyak pertanyaan berkaitan dengan mud volcano tersebut yang sempat dijelaskan secara singkat oleh beliau. Ini akan menjadi topik yang sangat menarik kalau nanti bisa dimasukkan dalam agenda Bimonthly Presentation.
Acara berikutnya adalah acara santai, diisi dengan duduk-duduk diteras rumah yang langsung menghadap ke pantai dan sebagian lagi menyalurkan bakat terpendam mereka dengan menyanyikan lagu-lagu. Ternyata banyak member IATMI Kuwait yang mempunyai bakat untuk menjadi penyanyi .
Silaturahmi di lebaran Idul Fitri 2008 ini terasa begitu akrab dan indah, semoga kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan Lebaran tahun berikutnya.. amiin.
Kuwait, Oktober 2008
|