|
Oleh: Ferral Hisman Maaz
Tulisan ini akan menginfokan sebuah tempat makan yang "menarik" yang terletak di daerah fahaheel. Penulis mau tidak mau menuliskannya "menarik" dengan memberikan tanda kutip di atasnya.
Untuk membuktikan rasa penasaran ini, penulis sudah mengunjungi tempat dimaksud dan mencoba mencicipinya beberapa kali. Dan jujur saja, setelah beberapa kali berkunjung, penulis juga susah untuk melukiskan kenapa tempat makan ini sangat ramai dikunjungi tidak saja oleh pekerja kasar, para supir, bahkan juga oleh skill worker seperti beberapa rekan anggota IATMI, tapi tentu saja dengan melepaskan badge atau id cardnya sebelum berkunjung ke sana. Bukan apa-apa, dijamin deh nggak akan ada yang percaya kalau anda adalah apa seperti yang tertera di badge tersebut. Lagian mau pakai badge ataupun tidak, tetap saja anda harus membayar sejumlah yang anda makan sama seperti mereka lainnya yang makan di sana.
Biasanya suatu tempat makan itu dikatakan menarik karena makanannya yang enak, tempatnya yang bersih dan hiegenis, makanannya juga bersih dan hiegenis, pelayanannya yang bagus, pelayannya yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng atau biasa disebut WELL LOOKED, suasana yang romantis (tanya aja sama sekretaris IATMI), banyak meja tersedia jadi kita nggak perlu bawa meja sendiri dan lokasi yang mudah dicapai. Tapi biar rekan-rekan ketahui, satupun alasan di atas tidak akan kita temui jika berkunjung ke tempat makan ini. Mungkin satu-satunya alasan yang cukup kuat adalah harga. Yah harganya memang cukup murah meriah yaitu sekitar 500 sampai 750 fills untuk menu utama apapun yang anda pesan. Apakah cuma itu???????????
Pertama kali anda memasuki ruangan anda sudah mulai merasakan perbedaannya dengan tempat makan tempat makan lainnya. Suasana yang berisik. Suara TV yang dinyalakan dengan cukup keras. Pelayan yang berlalu lalang melayani pelanggannya. Dan tentu saja anda seperti berada di negara bangladesh/india karena mayoritas pengunjungnya memang dari ekspatriat negara tersebut. Dan anda jangan berharap akan dilayani oleh pelayan yang ramah tamah, cantik dan menarik dan berpakaian seragam seperti di tempat makan umumnya. Boro-boro untuk dilayani seorang pelayan wanita cantik, anda akan dilayani oleh pria-pria bangladesh/india yang cukup bisa dikatakan tidak ramah.
 Apa lagi yang menarik? Menunya, cara melayaninya dan kalau anda ingin menambah prosi makanan anda lagi. Menu yang biasa dicicipi adalah ikan, ayam, sapi dan kambing dengan bumbu masakan khas india/arab seperti masala, fry dan curry. Anda bisa memilih kombinasi di antaranya. Jangan tersinggung jika anda dilayani seperti anda melihat seorang peternak sedang memberikan makanan pada ternaknya. Piring anda akan seperti dilemparkan saja oleh pelayannya ke atas meja di hadapan anda. Jangan kaget juga ketika anda sedang menyantap makanan anda, tiba-tiba pelayannya datang dan menyorongkan nasi tambah langsung ke piring anda. Bahkan terkadang dia menggeser piring anda ke dekatnya untuk memudahkannya memberikan tambahan nasi. Atau tiba-tiba dia menuangkan lauk yang ada di piring kecil tempat lauk ke piring makan anda. Bukan apa-apa dia akan mengambil piring kecil tersebut untuk diisi ulang. Edan juga pikir penulis. Kaya air mineral aja diisi ulang. Dan satu hal lagi penulis sempat ragu untuk meminum air putih yang disediakan. Tahu nggak kenapa? Karena penulis bingung yang diberikan oleh pelayan barusan itu tempat cuci tangan (kobokan) atau gelas yah? Aneh saja kalau ternyata itu kobokan, masa minum dari kobokan. Setelah lirik kanan lirik kiri ternyata yang lainnya juga meminum dari tempat yang sama. Yah sudah untuk menghormati pelanggan yang lainnya, penulis juga meminum dari tempat yang sama yang diberikan oleh pelayannya.
Ternyata makan di sini anda bisa menambah secara gratis nasi sepuas dan sekuat anda memakannya sedangkan untuk lauknya anda akan mendapat kesempatan untuk menambahnya 1x saja dengan ukuran 1/2 porsi dari sebelumnya. Tetapi untuk lauk ikan konvensi ini tidak berlaku karena untuk lauk ikan anda tidak bisa menambahnya secara gratis. Dan buat anda yang doyan pedas, anda bisa meminta cabe hijau (rawit) kepada pelayan. Dan sekali lagi tentu saja tidak bayar ataupun gratis. Di tempat makan mana lagi di Kuwait ini di mana anda bisa menambah nasi sepuasnya dan juga menambah lauk anda tanpa membayar?
Kalau ingin merasakannya langsung, silahkan saja datang ke daerah fahaheel. Lokasinya ada di sekitar pangkalan taksi di belakang Al Safi restaurant persis di depan sebuah mesjid. Bingung kan dengan alamatnya? Sama awalnya juga penulis bingung untuk menemukan tempatnya. Dari bundaran tempat mangkalnya bus di fahaheel, berjalanlah ke arah rotana al manshar hotel. Lalu belok kanan pada belokan ke kanan pertama dan selanjutnya belok kiri pada belokan kiri pertama. Di sini anda akan menemukan 3 tempat makan yang penulis infokan di sini. Dan anda memiliki kesempatan minimal 3x datang untuk mencicipi ketiga tempat makan tersebut. Jika anda membawa kendaraan anda bisa memarkirkan kendaraan anda di sekitar jalan ini sebelum berbelok ke kiri atau di sekitar daerah ini lalu berjalan kaki ke tempat makannya.
|