Transaksi dibalik Kerugian Gulf Bank
Oleh: Win Aldy dan Rinaldi Mulyono
Mungkin sekitar enam bulan belakangan ini kita sering mendengar atau membaca berita tentang kebangkrutan atau kerugian besar bank bank atau lembaga-lembaga keuangan besar di seluruh dunia, seperti Lehman Brothers, Merrill Lynch, AIG di USA, dan terakhir yang paling dekat dan banyak dari kita yang menggunakan jasanya, yaitu kasus Gulf Bank di Kuwait.
Seperti yang diberitakan dibeberapa surat kabar bahwa salah satu penyebab utama kebangkrutan lembaga-lembaga keuangan tersebut adalah akibat gagal (kalah) saat melakukan transaksi derivatif. Tulisan ini akan mencoba memperkenalkan secara ringkas definisi, terdiri dari apa saja, dan bagaimana implementasi transaksi derivatif sehari-hari.
Transaksi derivatif dalam dunia keuangan (finance), adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut "produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok.
Perusahaan sekuritas dan bank komersial besar menggunakan transaksi derivatif sebagai kendaraan investasi, dan alat lindung nilai posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying).
Bila disederhanakan, transaksi derivatif dapat dibagi menjadi 3, swap, forward dan option
Swap adalah Suatu kontrak untuk membeli/menjual sejumlah valuta asing (refference currency) terhadap valuta asing lainnya (non-refference currency) pada tanggal valuta tertentu dan secara bersamaan disepakati untuk menjual/membeli kembali jumlah tersebut di masa yang akan datang dengan harga yang telah ditetapkan.
Foward adalah Tansaksi/kontrak membeli/menjual valuta asing lawan valuta lainnya pada tanggal valuta dimasa yang akan datang dengan harga/rate yang sudah ditentukan sekarang (pada tanggal kontrak).
Option adalah Hak untuk membeli atau menjual sejumlah valuta asing tertentu dengan harga yang telah ditentukan (strike price) untuk suatu periode tertentu dengan membayar/menerima sejumlah premi.
Mekanisme transaksi swap digambarkan pada diagram di bawah ini :
Mekanisme transaksi forward digambarkan pada diagram di bawah ini :
Adapun contoh transaksi option dapat diilustrasikan seperti berikut:
Setelah suatu kontrak GBP/USD FX option disepakati, nasabah menjual £1,000,000 dan membeli US$2,000,000 (jual/beli ini berlangsung dalam suatu proses yang bersamaan) pada tanggal 31 December. Dalam kasus ini, pra-persetujuan nilai tukar atau strike price adalah 2.0000 GBP/USD atau 0.5000 USD/GBP. (£1,000,000 dari kaca mata USD investor, $2,000,000 dari kaca mata GBP investor).
Tipe kontrak ini disebut call pada dollar dan put pada poundsterling dan sering disebut GBP/USD put oleh pelaku pasar, seperti halnya put pada nilai tukar, hal ini sebenarnya bisa disamakan dengan USD/GBP call, tapi tidak dilakukan karena konvensi pasar adalah menulis angka 2.0000 (normal quote), bukan angka 0.5000 (inverse quote).
Jika nilai tukar pada tanggal 31 Desember lebih rendah daripada 2.0000 GBP/USD (anggaplah 1.9000 pound per USD), yang berarti US dollar menguat dan pound melemah, maka saat option diberlakukan, pemegang kontrak akan menjual GBP pada harga USD 2.0000 dan segera membeli kembali pada harga spot market 1.9000, sehingga untung (2.0000 USD/GBP - 1.9000 USD/GBP)*1,000,000 GBP = USD 100, 000 pada transaksi ini. Jika pemegang kontrak menukar kembali keuntungannya dalam GBP, maka keuntungannnya adalah 100,000/1.9000 = GBP 52,631.58 GBP.
Kembali ke masalah keuangan yang terjadi dengan Gulfbank, tidak ada informasi detail tentang jenis transaksi derivatif yang menyebabkan kerugian besar mereka, selain kalimat: the bank had incurred significant "losses" from trading in derivatives and immediately suspended its shares on the bourse dan the losses were incurred on currency derivatives after a decline in the value of the euro versus the dollar, state-run Kuwait News Agency said today.
|