|
Keluarga Chevron Indonesia yang tinggal di Kuwait sudah tidak asing lagi dengan namanya ‘Ladies Early Morning Meeting’. Walaupun namanya cukup keren tapi sebenarnya ini hanyalah informal meeting ibu-ibu dari berbagai negara yang tinggal di Chevron camp dalam rangka menunggu bis sekolah yang akan mengantarkan anak-anak ke American School of Kuwait (ASK) di Hawally. Karena lokasi sekolah berada 1 jam dari camp, anak-anak harus sudah siap berangkat dari rumah jam 05.45 am tiap hari. Setelah anak-anak berangkat ibu-ibu ini biasanya langsung melanjutkan dengan bincang-bincang mulai dari sekedar gosip terkini, school arrangement seperti after school activities, seputar kegiatan di camp seperti cooking class, Arabic language course sampai rencana kegiatan untuk membuat keluarga lebih betah tinggal di Kuwait. Dari bincang-bincang inilah terbentuk rencana untuk mengadakan Indonesian Bazaar....
Keluarga Chevron Indonesia yang tinggal di Kuwait sudah tidak asing lagi dengan namanya ‘Ladies Early Morning Meeting’. Walaupun namanya cukup keren tapi sebenarnya ini hanyalah informal meeting ibu-ibu dari berbagai negara yang tinggal di Chevron camp dalam rangka menunggu bis sekolah yang akan mengantarkan anak-anak ke American School of Kuwait (ASK) di Hawally. Karena lokasi sekolah berada 1 jam dari camp, anak-anak harus sudah siap berangkat dari rumah jam 05.45 am tiap hari. Setelah anak-anak berangkat ibu-ibu ini biasanya langsung melanjutkan dengan bincang-bincang mulai dari sekedar gosip terkini, school arrangement seperti after school activities, seputar kegiatan di camp seperti cooking class, Arabic language course sampai rencana kegiatan untuk membuat keluarga lebih betah tinggal di Kuwait. Dari bincang-bincang inilah terbentuk rencana untuk mengadakan Indonesian Bazaar. Sekitar Maret 2008, Kai Morgan yang berasal dari Thailand mengusulkan kepada mbak Afni Yunianto untuk mengadakan bazaar ini dengan latar belakang kesuksesan acara Spaghetti night yang ditaja oleh Chevron Beachcomber sebelumnya. Kai melihat bahwa keluarga Chevron Indonesia punya potensi untuk mengadakan acara serupa. Dan gayungpun bersambut, sewaktu mengutarakan rencana ini ke mbak Henny Adriansyah, mbak Henny langsung mengiyakan dan bersedia untuk membantu untuk menyelenggarakan Indonesian Bazaar 2008 dengan tujuan utama untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia untuk keluarga Expat Chevron yang tinggal di Kuwait.
Rencana awal adalah untuk menyelenggarakan bazaar ini sebelum summer vacation, tapi dikarenakan waktu yang terlalu singkat disepakati untuk menunda acara ini sampai sesudah liburan. Keuntungan lain yang didapat dari penundaan acara ini adalah tentunya persiapan yang lebih matang dan semakin banyaknya ide-ide untuk kesuksesan acara. Selain agenda standar bazaar untuk menjual handicraft dan makanan khas Indonesia dimasukkan juga dalam agenda untuk menampilkan tarian tradisional, menyanyikan lagu daerah, dan memberikan informasi seputar turisme di Indonesia. Disepakati juga untuk membentuk panitia dengan menunjuk mas Bagio Sukarsono sebagai ketua. Waktu 8 bulan yang seolah lama menjadi terasa singkat untuk persiapan acara, mulai dari belanja barang untuk keperluan bazaar yang dilakukan selama summer home leave di tanah air dan terutama untuk menyiapkan tarian tradisional. Mas Ronny Adriansyah sampai rela ditinggalkan mbak Henny dan keluarga ke tanah air selama summer agar mbak Henny dan Jessy bisa belajar tari Bali Sekar Jagat di tanah air.
Selama bulan September-Oktober praktis para panitia bekerja keras untuk menyiapkan acara. Para penari Jessy Adriansyah, Bunga Sukarsono, Dea Sepdiana dan Lila Yunianto berlatih keras dibawah bimbingan mbak Henny untuk belajar menari mulai dari tidak bisa sama sekali untuk menarikan tarian bali. Tidak kalah hebohnya para bapak dan ibu juga belajar menyanyi tradisional dibawah asuhan mas Ronny dan diiringi petikan gitar akustik mas Bagio Utomo. Mas Deni Sepdiana dan mas Rizal Djunaidy Nasution sebagai Subject Matter Expert (SME) untuk masalah turisme ketambahan kerjaan untuk menyiapkan slides dan menghapal obyek wisata ditanah air. KBRI juga telah banyak membantu kesuksesan acara ini dengan meminjamkan barang-barang khas Indonesia. Tidak ketinggalan mbak Vika Johan Arwansyah dan mbak Ida Bambang Heru juga kebagian kerjaan untuk membantu urusan makanan khas Indonesia – salah sendiri siapa yang suruh pintar masak.
And it’s show time ! tanggal 24 Oktober 2008, para panitia dibawah arahan mbak Afni dan mbak Adin sehari sebelumnya telah menyiapkan dekorasi dan staging untuk lokasi acara di Community Center Chevron camp

Tepat jam 10.15, acara dibuka oleh MC mas Ronny dengan mempersilahkan mas Bagio Sukarsono untuk memberikan kata sambutan. Mas Bagio mengucapkan terimakasih kepada seluruh hadirin yang telah datang dan setengah berpromosi bahwa para hadirin tidak bakal menyesal untuk mencoba masakan Indonesia atau untuk datang berkunjung ke Indonesia.
Setelah sambutan tanpa menunggu lama tarian selamat datang Sekar Jagat langsung ditampilkan, keempat penari tanpa canggung lagi dengan senyum diwajah dan lirikan mata ala penari bali membius para hadirin yang tidak menyangka akan mendapat suguhan tarian yang sangat mempesona. Tepukan membahana mengisi seluruh ruangan kala tarian selesai. Belum habis rasa kagum hadirin, mas Bagio Utomo langsung memetik gitar akustiknya sebagai tanda paduan suara Chevron untuk menyanyikan lagu pertama ‘Ampar2 Pisang’ dan dilanjutkan dengan ‘Rek Ayo Rek’ dan ‘Manuk Dadali’. Tepukan meriah kembali diberikan hadirin setelah suguhan nyanyian selesai. Alfredo Gonzales salah satu expat asal Venezuela langsung menyatakan kekagumannya akan suguhan paduan suara yang kompak dan merdu.

Sehabis sesi pertama acara hiburan, hadirin bisa langsung berbelanja handicraft dan makanan seperti sate ayam, nasi kapau, gado-gado, es delima, bakwan, soto ayam dan tentu saja favorit para expat, rendang. Para penjaja makanan sibuk melayani para expat yang rela antri untuk mencicipi hidangan khas Indonesia bahkan tidak sedikit yang membeli untuk dibawa pulang.

Acara demi acara berlangsung lancar mulai dari sesi kedua dan ketiga untuk paduan suara dan tentu saja untuk bintang acara kali ini, para penari Sekar Jagat, dari rencana hanya 2 kali saja untuk menari tetapi atas permintaan hadirin mereka harus menari 4 kali sampai selesainya acara sekitar jam 14.00 pm. Banyak feedback positif yang didapat dari acara ini, pada umumnya para expat sangat senang bisa melihat tarian, mendengar lagu dan informasi budaya Indonesia dan tentu saja mencicipi Indonesian spicy food.
Bahkan seminggu sesudah acara, nada-nada pujian masih terdengar di ‘ladies early morning meeting’ yang mulai memancing adrenalin dan semangat untuk membuat acara yang lebih semarak tahun depan.
See You in the next Event….
|
|
|