Marhaban ya Ramadhan, Bulan penuh berkah dimana Allah telah menjadikan Bulan Ramadhan sebagai Bulan yang terbaik diantara bulan-bulan yang lain. Bulan dimana di dalamnya Al Qur’an di turunkan dan Bulan dimana terdapat malam lailatul Qadar. Suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
Pada Bulan Ramadhan 1429 H, IATMI Kuwait mengadakan acara Buka Puasa bersama sekaligus silaturahmi bersama dengan Bapak Dubes RI untuk Kuwait & Bahrain, Dr. Faisal Ismail. Acara Buka Bersama ini berlangsung pada hari Sabtu tanggal 13 September 2008 yang bertepatan dengan 13 Ramadhan 1429 H di kediaman Bapak Atman
Acara tersebut di hadiri oleh hamper seluruh anggota IATMI beserta keluarga. Beberapa perwakilah dari organisasi seperti PERWIRA, PERKIBAR juga ikut bergabung dalam acara buka puasa bersama ini. Yang pasti acara nya sangat meriah. Sekitar pukul 16.20 acara dimulai, dengan didahului presentasi Bi-Monthly oleh Bapak Win Aldy. Beliau ini adalah seorang Senior Geologist di KOC. Topik yang disajikan kali ini agak lain dari biasanya. Jika presentasi Bi-Monthly biasanya diisi dengan hal-hal yang berhubungan dengan dunia perminyakan, akan tetapi kali ini presentasi membahas tentang Investasi Currency (Valas). Presentasi ini berdasarkan pengalaman pribadi Bapak Win Aldy dalam berinvestasi valas via bank untuk menjaga aset-aset nya agar tidak turun. Dijelaskan dalam presentasi tersebut bahwa ada beberapa factor yang mempengaruhi pergerakan nilai currency, yaitu : GDP Growth Forecast, Interest rate, inflation rate dan speculator’s perception.

Audience sangat antusias dengan presentasi yang dibawakan. Ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang mengalir. Diantaranya pertanyaan dari Bapak Ridwan Faqih tentang investasi dalam bentuk Dinar Irak yang sedang marak saat ini dan pengaruh dari issue yang berkembang pada saat ini bahwa Iran akan mengganti mata uang dalam perdagangan minyak nya dari USD ke Euro. Ada juga pertanyaan dari pak Gunadi tentang hubungan antara harga minyak, saham dan mata uang USD.
Disamping pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada 1 pertanyaan menarik lain yang diajukan oleh Bapak Rudy Zamrud dan Ibu Susi Ardianto tentang Forex trading ditinjau dari prespektif hokum Islam. Jawaban dari pertanyaan ini diberikan oleh Ustadz. Beliau menjelaskan bahwa menjadi spekulan yang hanya bermain spekulasi / gambling di bursa / valuta asing adalah haram hukumnya.
Setelah acara presentasi selesai, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh adik Gilang ramadhan dan saritilawah oleh Adik Dinda. Surat Lailatul Qadar mengalun dengan syahdu dari bibir adik Gilang dan membuat seisi ruangan menjadi hening.

Sebelum acara Kultum menjelang Buka Puasa bersama oleh Bapak Dubes RI untuk Kuwait dan Bahrain, Bapak Dr. Faisal Ismail, Ketua IATMI, Mas Ari Yunianto, memperkenalkan 2 anggota baru IATMI chapter Kuwait yang baru datang, yaitu Rekan Samudra dari Schlumburger dan Rizal Nasution dari Chevron.
Bapak Dubes, dalam uraian Kultum nya menjelaskan tentang pentingnya pendidikan bagi umat Islam. Dalam salah satu hadits, Rasulullah menuturkan bahwa Thollabul Ilmi Faridhotan Ala kulli Muslimin wa Muslimatin (Menuntut Ilmu itu wajib hukumnya bagi semua muslim baik laki-laki maupun perempuan). Allah akan meninggikan beberapa derajat orang yang berilmu dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu. Islam sendiri sebenarnya tidak membedakan antara ilmu agama dan ilmu-ilmu yang lain (Secular Science and Religion Science).
Tibalah saat nya adzan maghrib berkumandang. Inilah saat-saat yang dinantikan untuk berbuka puasa. Alhamdulillah, Allah masih memberikan kekuatan kepada kita untuk menjalankan ibadah puasa di tengah suhu di Kuwait yang begitu panas menyengat. Bergegas rekan-rekan IATMI membataklan puasa dengan menikmati minuman segar dan kudapan ala kadarnya yang sudah di sediakan oleh Panitia. Kemudian acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.
Hidangan khas Indonesia begitu menggoda untuk segera di santap. Rekan-rekan IATMI segera berderat-deret rapi membentuk barisan menunggu antrean segera menikmati berbagai macam hidangan khan Indonesia. Nasi Tumpeng, Sate Ayam, Siomay, Kerupuk dll habis tak bersisa di santap oleh rekan-rekan semua. Semua terasa lebih nikmat karena disantap bersama-sama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Tiba waktu Sholat Isya’. Kami semua menjalankan sholat isya’ secara berjamaah dan kemudian dilanjutkan dengan sholat tarawih. Selesai sholat tarawih, dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah oleh bapak Ustadz H. Irsyad Syafar, LC MA. Beliau adalah lulusan S1 dan S2 dari Universitas Al-Azhar Kairo – Mesir. Topik yang beliau bawakan kali ini adalah tentang Hidup di Dunia dengan Standart Akhirat.
Beliau menjelaskan tentang orang yang bangkrut, yaitu orang yang sewaktu di dunia rajin beribadah akan tetapi rajin juga mengumpulkan dosa-dosa terhadap anak bani adam. Pada saat di akhirat, semua amal ibadahnya habis karena diberikan kepada orang-orang yang telah di sakitinya.
Seseorang yang beruntung di akhirat adalah orang yang “menggadaikan” dunianya untuk kebaikan akhiratnya. Pemberian kepada orang lain itulah yang sebenarnya menjadi milik kita yang abadi kelak di akhirat.
Orang yang cerdas adalah orang yang selalu menghisap amal perbuatan sendiri dan selalu beramal untuk persiapan hidup setelah kematian.
Orang yang kuat bukanlah orang yang mampu menaklukkan orang lain. Akan tetapi adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.
Orang yang kaya bukanlah orang yang banyak harta, akan tetapi adalah orang yang kaya hatinya.
Selesai Mauidhoh Hasanah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan ngobrol-ngobrol santai. Suasana kekeluargaan terlihat sekali di sana hingga tiba waktu pulang karena tidak terasa hari sudah begitu larut malam dan rekan-rekan IATMI harus bersiap-siap untuk sahur dan berangkat ke tempat kerja keesokan harinya.
See you soon on the next IATMI event.
|