IATMI Kuwait Bi-Monthly Meeting 16 JAN 09
Soal nama boleh saja Ikatan Ahli Teknik Minyak Indonesia Cabang Kuwait, tetapi soal pengetahuan anggotanya tidak perlu dipertanyakan lagi, semuanya sudah ‘Kelas Dunia’ tidak hanya ngerti tentang dunia perminyakan saja. Setelah beberapa bulan lalu acara Bi Monthly Meeting diisi dengan acara presentasi mengenai Saham dan Pasar Uang oleh sdr Win Aldy, untuk pertemuan tanggal 16 january 2009 kali ini diisi dengan presentasi tentang topik yang sedang hangat dikalangan TKIwan dan TKIwati di seluruh penjuru dunia yaitu Pajak dan NPWP (“Sosialisasi Perpajakan”). Dan ini semua adalah bagian dari ‘Diversity’ yang benar benar diayomi oleh IATMI Kuwait.
Diskusi tentang pajak sengaja dipilih seluruh anggota untuk menyambut gelombang arus mudik dari Kuwait ke Indonesia pada akhir bulan February nanti karena di Kuwait ada libur panjang Liberation & Independence Day tanggal 25 – 28 Dec 2009 nanti. Kira kira bayar fiscal nggak nanti di bandara kalau belum punya NPWP padahal sehari hari berada di luar negeri. Biar lebih joss dan memiliki persepsi yang sama, sengaja diundang pembicara dari KBRI yang memang ngerti benar masalah perpajakan, yaitu Bpk Darmawan Suparno. Dan tidak ketinggalan Duta Besar Indonesia Untuk Kuwait, Bpk DR Faisal Ismail MA juga diundang agar kalau pembicaraan mulai panas ada yang disegani danmenyejukkan kembali. Maklum, ternyata masih banyak yang belum punya NPWP dan masih segan untuk mendaftar menjadi ‘Orang Bijak Taat Pajak’.
Untuk presentasi Teknis, dipilih materi yang paling heboh sepanjang masa, yaitu tentang Lumpur Sidoarjo (“East Java Mud Volcano”). Pembicaranya adalah Bpk Adi Priyadi Kadar – Geologist yang dulunya memang terlibat langsung dengan polemik Lumpur Lapindo. Perlu diacungin jempol bahwa pembahasan maupun pertanyaan pertanyaan yang sangat sensitive ini bisa dijawab dengan cerdas tanpa memihak ke kiri atau kanan dan bisa memilah mana yang politis dan mana yang teknis. Luar Biasa, nilai 100 untuk pak Adi Kadar Priyadi.
Tidak Cuma urusan teknis saja yang menarik dalam acara Bi Monthly Meeting kali ini. Untuk urusan pendukung acara, seperti biasanya ibu ibu menyiapkan segala macam masakan Indonesia dan kali ini Soto Bandung, Gado gado dan minuman penghangat musim dingin Bandrek dan makanan kecil lain khas Indonesia. Memang seluruh makanan tidak habis ludes semuanya, tetapi untung banyak ‘Pembesar’ (baca ‘Pemuda Berbadan Besar’) IATMI yang datang, misal Bpk Ari Yunianto, Ridwan Fakih dan lain lain yang memang semuanya besar dalam segala hal. Seandainya saja mereka tidak datang, bisa dipastikan semua makanan akan tersisa lebih banyak lagi.
Hidup IATMI Kuwait. (Ditulis Oleh ARDIANTO H – 20 Jan 2009)
|